Nutrisi kopi tidak dapat dipisahkan dari jenis dan lokasi. Pedoman Indonesia menempatkan Arabika secara umum di dataran tinggi yang lebih sejuk dan Robusta di elevasi lebih rendah yang hangat. Keduanya menyukai tanah dalam, remah, berdrainase baik dengan pH sekitar 5,5–6,5 dan bahan organik memadai. Genangan membatasi akar, sedangkan periode agak kering membantu menyeragamkan pembentukan bunga sebelum hujan memicu mekarnya bunga.
Kopi membawa panen berikutnya pada cabang sehat yang terbentuk lebih awal dalam siklus. Karena itu, pemupukan bergerak dari pemulihan pascapanen dan pertumbuhan vegetatif, menuju fosfor menjelang berbunga, kemudian kalium dan nutrisi seimbang selama perkembangan buah. Analisis tanah dan daun sangat berguna pada kebun produktif karena hara yang terbawa panen, naungan, curah hujan, dan target hasil berbeda pada setiap blok.
Kondisi tumbuh yang cocok
- Cahaya
- Cahaya terang tersaring hingga matahari penuh dengan naungan terkelola; naungan membantu menghadapi panas, angin, dan stres kelembapan.
- Iklim
- Arabika: sekitar 15–25°C pada 1.000–2.000 m dpl. Robusta: sekitar 21–24°C pada 100–600 m dpl; sesuaikan varietas dengan elevasi setempat.
- Air
- Curah hujan tahunan sekitar 1.250–2.500 mm umumnya sesuai, dengan drainase baik dan periode agak kering yang mendukung pembungaan serempak.
- Tanah
- Kedalaman efektif lebih dari 1 m, lapisan atas lempung dan remah, drainase baik, serta bahan organik sekitar 3,5% atau lebih bila memungkinkan.
- pH tanah
- 5.5–6.5