Cabai produktif ketika akarnya tetap berudara dan tanaman memperoleh nutrisi stabil—bukan berlebihan. Pedoman budidaya Indonesia menempatkan cabai rawit secara umum pada suhu 25–32°C dan pH 5,5–6,8 atau 7,0, dengan tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik. Bedengan tergenang mendorong gugur daun serta masalah layu, sedangkan kekeringan berat mengganggu perkembangan bunga dan buah.
Penekanan nutrisinya berubah cepat: bibit membutuhkan pemupukan terbatas, tanaman vegetatif memerlukan cukup nitrogen untuk membangun tajuk, dan tanaman berbunga membutuhkan fosfor serta kalium tanpa lonjakan nitrogen terlambat. Karena panen berlangsung bergelombang, dosis kecil berulang lebih mudah dikelola daripada satu dosis berat.